Insiden Perobekan Bendera

  • Insiden Perobekan Bendera

    Setelah Indonesia merdeka, Presiden Soekarno menetapkan bahwa mulai tanggal 1 September 1945 bendera Indonesia dikibarkan terus diseluruh Indonesia.

    MR. W. V. Ch Ploegman memimpin sekelompok orang belanda untk mengibarkan bendera Belanda. Mereka mengibarkan Bendera Belanda di tiang tertinggi hotel mojopahit pada jam 9 malam. Keesokan harinya, pemuda Surabaya melihatnya dan marah akan hal tersebut. Dalam waktu singkat, massa yang marah memenuhi Jl. Tunjungan. Residen Sudirman selaku perwakilam RI berdiskusi dengan Ploegman untuk menurunkan bendera Belanda. Namun, Ploegman menolak perundingan tersebut dan menolak mengakui kedaulatan Indonesia. Ploegman mengeluarkan pistol, dan terjadi perkelahian. Akan tetapi, Ploegman tewas dicekik oleh Sidik.

    Pada saat perkelahian kacau, para pemuda langsung mendobrak pintu hotel kemudian naik keatas hotel untuk menurunkan bendera Belanda. Hariyono bersama Kusno Wibowo pada akhirnya berhasil merobek bagian biru dari bendera Belanda. Massa yang lain langsung menyorakkan “Merdeka” berulang kali.

    Kejadian itu patut dikenang dalam memori masyarakat Surabaya. Hal yang dapat dilakukan untuk mengenangnya adalah memperingati kejadian tersebut setiap tanggal 19 September. Peringatan tersebut dihadiri oleh MUSPIKA Kota Surabaya, Veteran Indonesia Kota Surabaya, Jajaran Dinas dan Badan Kota Surabaya dan sebagian pelajar sekolah negeri di Surabaya, terutama sekolah negeri yang terletak di pusat kota. Tahun ini SMP Negeri 3 Surabaya berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. SMP Negeri 3 Surabaya mengirimkan seluruh siswa kelas 8 menuju ke seberang Hotel Majapahit, lokasi dimana kegiatan tersebut berlangsung.

    Kegiatan tersebut disambut baik oleh seluruh siswa kelas 8 yang menghadiri acara sebagai team Paduan Suara. Hal ini dapat dilihat dari raut muka para siswa yang berada pada foto diatas. Disana para siswa dapat melihat teatrikal perobekan bagian biru dari bendera Belanda.